Info
Memuat...

Rumah Tahfidzul Qur'an Sahadat-Qu Membuka Pintu Pendidikan Al-Quran Sejak Dini


 Rumah Tahfidzul Qur'an Sahadat-Qu Membuka Pintu Pendidikan Al-Quran Sejak Dini


Sahadat-Qu, 29 November 2023 — Rumah Tahfidzul Qur'an Sahadat-Qu menegaskan komitmennya dalam memberikan pendidikan Al-Quran sejak dini kepada anak-anak. Dengan keyakinan bahwa pembelajaran Al-Quran sejak usia dini dapat melekat kuat pada ingatan anak, Sahadat-Qu membuka peluang bagi generasi muda untuk memahami dan menghafal surat-surat pendek Al-Quran.

Pendirian Rumah Tahfidzul Qur'an Sahadat-Qu ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembelajaran Al-Quran. Anak-anak diajarkan untuk membaca Al-Quran dengan benar dan juga untuk menghafal surat-surat pendek secara sistematis. Hal ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kecintaan mereka terhadap kitab suci, tetapi juga untuk membentuk karakter islami sejak usia dini.



Program pembelajaran di Rumah Tahfidzul Qur'an Sahadat-Qu mencakup metode pengajaran yang inovatif dan menarik bagi anak-anak. Mereka tidak hanya diajarkan melalui pendekatan klasikal, tetapi juga melalui kegiatan-kegiatan yang melibatkan interaksi sosial dan praktik langsung dalam mengaplikasikan ajaran Al-Quran.

Orangtua yang memiliki anak di Rumah Tahfidzul Qur'an Sahadat-Qu merasa senang dengan komitmen tersebut.

Rumah Tahfidzul Qur'an Sahadat-Qu berharap, dengan pendekatan ini, mereka dapat turut serta dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki moral dan spiritual yang kokoh. Dengan semangat "insyallah melekat pada ingatan anak," Rumah Tahfidzul Qur'an Sahadat-Qu siap menjadi bagian dari upaya mewujudkan generasi yang cinta Al-Quran dan berkomitmen pada nilai-nilai islami.

Populer

Kitab Alfiyah-5

Kalimat ini  bagian dari Alfiyah Ibnu Malik. Berikut adalah terjemahannya: وَتَقْتَضِي رِضَاً بِغَيْرِ سُخْطِ Artinya: "Dan ia menuntut keridhaan tanpa kemarahan." Di sini, Ibnu Malik menjelaskan bahwa ilmu yang disampaikannya, dalam konteks ini ilmu nahwu, adalah sesuatu yang membawa keridhaan dan tidak mengundang kemarahan. Ini menunjukkan bahwa mempelajari ilmu tersebut dapat membawa manfaat dan kebaikan tanpa menimbulkan ketidakpuasan. فَائِقَةً أَلْفِيَّةَ ابْنِ مُعْطِي   Artinya: "Yang lebih unggul daripada Alfiyah Ibn Mu'thi." Bagian ini merujuk pada karya Alfiyah dari Ibn Mu'thi, yang merupakan salah satu karya yang juga membahas tentang nahwu. Ibnu Malik di sini ingin menunjukkan bahwa Alfiyah yang ia susun lebih baik atau lebih unggul dibandingkan dengan karya tersebut. Secara keseluruhan, kalimat ini menekankan keunggulan Alfiyah Ibnu Malik dalam menyampaikan ilmu nahwu dan menggambarkan sifat-sifat positif dari ilmu tersebut, yaitu membawa keridh...

hadits-hadits tentang niat

informasi mengenai hadits-hadits tentang niat, dilengkapi dengan teks Arab, transliterasi, terjemahan, dan penjelasan singkat untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam. Saya juga akan memverifikasi keabsahan hadits berdasarkan sumber yang disebutkan dan memberikan konteks tambahan mengenai pentingnya niat dalam Islam. 1. Hadits Riwayat Umar bin Khattab **Teks Arab**:   إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى   **Transliterasi**:   *Innāma al-a‘māl bi an-niyyāt, wa innāma li kulli imri’in mā nawā*   **Terjemahan**:   “Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya.”   **Sumber**: HR. Bukhari (no. 1) dan Muslim (no. 1907)   **Penjelasan**:   Hadits ini merupakan salah satu hadits paling fundamental dalam Islam, sering disebut sebagai *hadits niat*. Hadits ini menegaskan bahwa niat adalah d...

Surat Al-Baqarah (Surat 2, ayat 2)

  Ayat "Żālikal-kitābu lā raiba fīh(i), hudal lil-muttaqīn(a)" adalah ayat kedua dari Surat Al-Baqarah (Surat 2, ayat 2) dalam Al-Qur’an. Ayat ini memiliki makna yang sangat mendalam dan menjadi salah satu ayat yang menegaskan keutamaan serta fungsi Al-Qur’an. Berikut adalah penjelasan makna ayat ini secara ringkas dan jelas: Teks dan Terjemahan Teks Arab : ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ Transliterasi : Żālikal-kitābu lā raiba fīh(i), hudal lil-muttaqīn(a). Terjemahan : "Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; (ia merupakan) petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa." Makna Ayat "Żālikal-kitābu" (Kitab ini) : Kata "żālika" (ini) merujuk pada Al-Qur’an, kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Penggunaan kata "kitab" menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah wahyu ilahi yang terdokumentasi, penuh kebijaksanaan, dan sempurna. "Lā raiba fīh(i)" (Tidak ada keraguan di d...