Info
Memuat...

Kebersamaan di Bulan Suci Ramadhan: Berbagi Takjil dengan Lembaga Sahadat-Qu Banyuwangi








Suasana Bulan Suci Ramadhan 1444 H/2023 disambut dengan sukacita oleh tim Lembaga Sahadat-Qu Banyuwangi. Dalam momentum ini, tim Lembaga Sahadat-Qu menyelenggarakan kegiatan bagi-bagi takjil kepada para pengguna jalan yang melintas di JL. Yos Sudarso, Kecamatan Kaliporo, Banyuwangi. Dengan berbagi takjil ini, kami mengajak semua orang untuk selalu memiliki perhatian terhadap sesama, mengutamakan mereka yang hendak berbuka dengan berbagi rejeki yang kita miliki, serta berharap mendapatkan ridho dari Allah SWT sebagai tujuan utama dari kegiatan ini.

Kami dengan tulus mengundang Anda yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan berbagi selanjutnya untuk berdonasi melalui Lembaga Sahadat-Qu Banyuwangi. Bersama-sama, mari kita jalin kebersamaan dan kepedulian dalam memberikan kontribusi kepada mereka yang membutuhkan di sekitar kita. Setiap donasi yang diberikan akan memiliki dampak positif yang besar bagi masyarakat yang membutuhkan di Banyuwangi.

Bulan Suci Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian dan kebaikan. Mari bersama-sama berbagi kebahagiaan dengan sesama melalui Lembaga Sahadat-Qu Banyuwangi. Bersama, kita dapat mewujudkan perubahan yang berarti dalam kehidupan orang-orang yang membutuhkan.

Donasi yang Anda berikan akan digunakan secara transparan dan efektif untuk membantu mereka yang membutuhkan, seperti kaum dhuafa, yatim piatu, dan masyarakat yang terdampak secara ekonomi. Dalam berdonasi, kita tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga memberikan harapan dan semangat kepada mereka yang sedang menghadapi kesulitan. Dengan kontribusi kita, mereka akan merasakan kehangatan dan perhatian dari kita semua.

Lembaga Sahadat-Qu Banyuwangi sangat menghargai setiap donasi yang diberikan. Semua donasi, baik besar maupun kecil, memiliki nilai yang luar biasa dalam membantu masyarakat. Tidak ada batasan dalam memberikan bantuan, karena setiap kebaikan akan memberikan dampak positif yang tak terhingga.

Mari bersama-sama berbagi kebahagiaan dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kehidupan orang-orang di sekitar kita. Jadikan Bulan Suci Ramadhan sebagai momentum untuk berbuat baik dan menyebarkan kebaikan. Dengan bersama-sama, kita dapat menjadikan dunia ini tempat yang lebih baik bagi semua orang. Ayo, bergabunglah dengan Lembaga Sahadat-Qu Banyuwangi dan mari berbagi cinta dan kepedulian pada Bulan Suci Ramadhan ini.

Melalui REK : 3754-01-025566-53-0 

Konfirmasi Ke :  0852 0490 0074


Pahala memberi makan kepada orang yang berpuasa adalah sebesar pahala orang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang diberi makan itu. Bahkan menurut Ahmad Zarkasih, Lc dalam "Buku Saku Ramadhan", pahala itu tetap didapat meski hanya mampu memberi sebutir kurma atau seteguk air putih saja. Tapi, tentunya lebih utama bila dapat memberi makanan yang cukup dan bisa mengenyangkan perutnya. Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

 مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا 

 “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192, Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih). 


Ayo Turut Berpartisipasi Dengan Kegiatan ini !!
 

LIPUTAN BAGI - BAGI TAKJIL TELAH TAYANG PERDANA HARI SELASA, 11 APRIL 2020 PUKUL : 20.00 WIB

Populer

Keutamaan bulan Sya'ban

Keutamaan bulan Sya'ban dalam Islam memiliki dasar dari Al-Qur'an dan hadits . Bulan ini adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadah sebelum datangnya Ramadhan . 1. Keutamaan Sya'ban dalam Hadits Ada beberapa hadits yang menunjukkan keistimewaan bulan ini: a. Bulan Diangkatnya Amal Rasulullah ﷺ bersabda: ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبَ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ "Itu adalah bulan yang banyak dilupakan oleh manusia antara Rajab dan Ramadhan. Bulan di mana amalan diangkat kepada Tuhan semesta alam. Dan aku suka amalanku diangkat dalam keadaan aku berpuasa." (HR. An-Nasa’i, Ahmad, dan lainnya, hadits hasan) Ini menunjukkan bahwa amal perbuatan manusia dalam setahun dilaporkan kepada Allah di bulan Sya’ban , sehingga disunnahkan banyak beribadah, terutama puasa. b. Rasulullah Banyak Berpuasa di Sya'ban Diriw...

Metode Yang Digunakan Rumah Tahfidz Sahadat-Qu

Metode Qiro'ati Metode Qiro'ati adalah metode pembelajaran membaca Al-Qur'an yang pertama kali disusun oleh K.H. As'ad Humam. Metode ini menggunakan pendekatan audio-visual yang menekankan pada pelafalan huruf dan tajwid yang benar. Pembelajaran metode Qiro'ati dibagi menjadi 13 jilid, yang masing-masing jilid berisi materi tentang huruf, harakat, makhraj, tajwid, dan bacaan ayat Al-Qur'an. Materi pembelajaran disajikan secara bertahap dan sistematis, sehingga peserta didik dapat mempelajarinya dengan mudah dan cepat. Kelebihan metode Qiro'ati Efektif untuk melatih pelafalan huruf dan tajwid yang benar. Mudah dipelajari karena materi disajikan secara bertahap dan sistematis. Dapat dipelajari oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa. Metode Iqra' Metode Iqra' adalah metode pembelajaran membaca Al-Qur'an yang disusun oleh K.H. As'ad Humam. Metode ini juga menggunakan pendekatan audio-visual, namun materi pembelajarannya lebih...

Kitab Alfiyah-1

kitab Alfiyah Ibnu Malik, sebuah karya terkenal dalam bidang ilmu nahwu (tata bahasa Arab) yang disusun oleh Ibnu Malik. Berikut adalah arti dari kalimat tersebut: قَالَ مُحَمَّدٌ هُوَ ابْنُ مَالِك Artinya: "Berkata Muhammad, dia adalah Ibnu Malik." Ini adalah pengenalan penulis, yakni Muhammad bin Malik, yang dikenal sebagai Ibnu Malik. أَحْمَدُ رَبِّي اللهَ خَيْرَ مَالِكِ   Artinya: "Aku memuji Tuhanku, Allah, sebaik-baik Pemilik." Dalam bagian ini, Ibnu Malik memuji dan bersyukur kepada Allah sebagai bentuk doa dan penghormatan, menyebut Allah sebagai "sebaik-baik Pemilik." Jadi, keseluruhan kalimat ini adalah pengantar yang memperkenalkan dirinya dan memuji Allah SWT, sebuah tradisi yang umum di awal karya-karya keilmuan.