Info
Memuat...

Membuka Peluang Amal

Sedikit Tapi Rutin

Bismillahirrahmanirrahim

Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat-Qu yang dirahmati Allah SWT,

Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dikerjakan secara terus-menerus walaupun sedikit." (HR. Bukhari dan Muslim)

Marilah kita tetap istiqomah merutinitaskan amalan shalih kita, khususnya berbagi kepada kaum dhuafa dan yang membutuhkan pertolongan kita. Berbagi makanan, membebaskan lahan rumah tahfidz, membantu biaya operasional kegiatan rumah tahfidz, membangun masjid, dan lain sebagainya sebagai sarana untuk mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Terlebih di waktu subuh pada hari Jumat yang mulia ini. Insya Allah, pahalanya begitu melimpah.


Bagi Anda yang ingin berwakaf tunai, silahkan transfer ke rekening berikut:

  • BSI: 7201504109
  • A/n. SAHADATQU
  • Dengan memberikan kode 50 di akhir nominal
  • Contoh: Rp. 100.050,-

Bagi Anda yang ingin bersedekah, berbagi nasi, atau menginfaqkan sebagian hartanya, silahkan transfer ke rekening berikut:

  • Bank BRI:
  • 375401025566 530
  • An. SAHADATQU
  • Konfirmasi: wa.me/6285204900074

Semoga Allah SWT menerima amal shalih kita dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

Jazakumullahu khairan katsiran

Populer

Kitab Alfiyah-1

kitab Alfiyah Ibnu Malik, sebuah karya terkenal dalam bidang ilmu nahwu (tata bahasa Arab) yang disusun oleh Ibnu Malik. Berikut adalah arti dari kalimat tersebut: قَالَ مُحَمَّدٌ هُوَ ابْنُ مَالِك Artinya: "Berkata Muhammad, dia adalah Ibnu Malik." Ini adalah pengenalan penulis, yakni Muhammad bin Malik, yang dikenal sebagai Ibnu Malik. أَحْمَدُ رَبِّي اللهَ خَيْرَ مَالِكِ   Artinya: "Aku memuji Tuhanku, Allah, sebaik-baik Pemilik." Dalam bagian ini, Ibnu Malik memuji dan bersyukur kepada Allah sebagai bentuk doa dan penghormatan, menyebut Allah sebagai "sebaik-baik Pemilik." Jadi, keseluruhan kalimat ini adalah pengantar yang memperkenalkan dirinya dan memuji Allah SWT, sebuah tradisi yang umum di awal karya-karya keilmuan.

Surat Al-Baqarah (Surat 2, ayat 2)

  Ayat "Żālikal-kitābu lā raiba fīh(i), hudal lil-muttaqīn(a)" adalah ayat kedua dari Surat Al-Baqarah (Surat 2, ayat 2) dalam Al-Qur’an. Ayat ini memiliki makna yang sangat mendalam dan menjadi salah satu ayat yang menegaskan keutamaan serta fungsi Al-Qur’an. Berikut adalah penjelasan makna ayat ini secara ringkas dan jelas: Teks dan Terjemahan Teks Arab : ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ Transliterasi : Żālikal-kitābu lā raiba fīh(i), hudal lil-muttaqīn(a). Terjemahan : "Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; (ia merupakan) petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa." Makna Ayat "Żālikal-kitābu" (Kitab ini) : Kata "żālika" (ini) merujuk pada Al-Qur’an, kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Penggunaan kata "kitab" menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah wahyu ilahi yang terdokumentasi, penuh kebijaksanaan, dan sempurna. "Lā raiba fīh(i)" (Tidak ada keraguan di d...