Info
Memuat...

Kematian Ayah, Ibu serta Kakek Rosulullah SAW

Kematian ayah, ibu, dan kakeknya Ayahnya meninggal dunia ketika ia berusia dua puluh delapan bulan.Menurut sebagian ulama usianya tujuh bulan ketika ayahnya meninggal. Ada lagi yang berpendapat bahwa ayahnya meninggal diperkampungan an-Nabighah ketika ia masih janin.

Dan dikatakan pula bahwa ayahnya wafat di daerah Abwa yang terletak antara Makkah dan Madinah. Abu Abdillah Zubair bin Bakkar az-Zubairi berkata : Abdullah bin Abdul Mutthalib wafat di Madinah ketika Muhammad berusia dua bulan. Sedangkan ibunya meninggal dunia ketika ia berusia empat tahun.

Sementara kakeknya meninggal dunia ketika usia Muhammad delapan tahun. Dikatakan pula bahwa ibunya wafat ketika ia berusia enam tahun.


Ditulis Oleh : Kontributor Abdul Aziz Budi Nugraha

DONASI  DAKWAH : SAHADAT-Qu
BRI 375401025566530
CP : 085204900074

Populer

Bekam Sehat: Temukan Keseimbangan Tubuh bersama Lembaga Sahadat-Qu

Bekam, sebagai metode penyedotan darah dengan pemvakuman melalui sayatan kecil kulit, merupakan cara efektif untuk mengeluarkan darah statis berisi toksin dari tubuh manusia. Proses ini tidak hanya merangsang saraf dan melancarkan pembuluh darah, tetapi juga meningkatkan imunitas serta memberikan relaksasi. Manfaatnya meliputi penyembuhan kelainan darah, anemia, hipertensi, migrain, serta mengurangi nyeri otot di kaki, panggul, dan leher. Praktik bekam ini diadakan di Masjid Jami' Baitul Hasanah, Jl. Musi, Kelurahan Penganjuran, Kec. Banyuwangi, pada Minggu, 3 Desember 2023, pukul 08.00. Acara ini akan dipandu oleh bapak pembimbing, M. Faizal Riza, S.HI. Segera manfaatkan kesempatan ini untuk meraih kesehatan melalui bekam! 🌿✨ Peserta acara sangat bersemangat mengikuti kegiatan ini, dengan tujuan menambah pengetahuan tentang thibunnabawi atau setidaknya untuk menjaga kesehatan keluarga secara mandiri. Ketua panitia, Syarif, menyampaikan bahwa langkah ini bertujuan menciptakan masy...

Doa Kekuatan Iman

rabbanā innanā āmannā fagfir lanā żunūbanā wa qinā ‘ażāban-nār(i). “Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami benar-benar telah beriman. Maka, ampunilah dosa-dosa kami dan selamatkanlah kami dari azab neraka.” (QS. Āli ‘Imrān [3]: 16)

Kitab Alfiyah-6

 Kalimat ini merupakan bagian dari Alfiyah Ibnu Malik. Berikut adalah terjemahannya: وَهْوَ بِسَبْقٍ حَائِزٌ تَفْضِيْلاً Artinya: "Dan ia, karena keunggulannya, memperoleh keutamaan." Dalam bagian ini, Ibnu Malik menjelaskan bahwa Alfiyah yang ia susun memiliki keunggulan dan dianggap istimewa, sehingga memperoleh status yang tinggi atau keutamaan dalam bidangnya. مُسْتَوْجِبٌ ثَنَائِيَ الْجَمِيْلاَ  Artinya: "Yang pantas mendapatkan pujian yang indah." Bagian ini menunjukkan bahwa karya Alfiyah layak mendapatkan pujian yang baik dan indah. Ibnu Malik menegaskan bahwa karyanya bukan hanya unggul, tetapi juga sangat dihargai dan layak dipuji oleh para pembaca dan pengkaji ilmu. Secara keseluruhan, kalimat ini menggambarkan keunggulan dan nilai tinggi dari Alfiyah Ibnu Malik, yang diakui sebagai karya yang patut dipuji dalam kajian ilmu nahwu.